Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.
Kesehatan / Article

7 Kebiasaan yang Dapat Memicu Sensitivitas Gigi Tanpa Disadari

Penulis
Penulis
calendar_today Okt 01, 2026
schedule 1 jam
Gigi sensitif

Kalian tiba-tiba merasa ngilu saat minum air dingin atau menyantap sup panas, padahal tidak sedang ada masalah gigi yang terlihat? Tenang, ini bukan kejadian aneh, banyak orang mengalami hal serupa tanpa tahu penyebab pastinya. Biasanya, sensasi ini muncul akibat kebiasaan sehari-hari yang jarang disadari, bukan sekadar kebetulan.

Gigi sensitif terjadi ketika lapisan dentin di bawah enamel terbuka akibat enamel terkikis atau gusi menyusut. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, mulai dari remaja hingga dewasa, dan sering kali dipicu oleh rutinitas yang terlihat sepele.

Nah, di artikel ini akan dibahas tujuh kebiasaan yang diam-diam bisa memicu sensitivitas gigi, hingga langkah yang bisa kalian coba untuk mengatasinya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Sensitivitas Gigi

Beberapa kebiasaan berikut ini terlihat biasa saja, tetapi jika dilakukan terus-menerus bisa merusak lapisan pelindung gigi. Berikut tujuh kebiasaan yang perlu kalian waspadai.

1. Menyikat Gigi Terlalu Keras

Menekan sikat gigi terlalu kuat atau menggunakan bulu sikat yang kaku dapat mengikis lapisan enamel secara perlahan. Kebiasaan ini juga bisa membuat gusi menyusut sehingga bagian akar gigi menjadi terbuka.

Area akar yang terbuka ini akan terasa ngilu setiap kali terkena rangsangan dingin, panas, atau manis. Gunakan sikat gigi berbulu halus dan gerakan menyikat yang lembut untuk menghindarinya.

2. Mengunyah Es Batu

Kebiasaan mengunyah es batu memberi tekanan ekstrem pada gigi yang bisa memicu retakan kecil pada enamel. Retakan ini sering kali tidak terlihat, tetapi lama-kelamaan menimbulkan rasa ngilu.

Sensasi dingin dari es batu juga bisa memperparah reaksi gigi yang sudah mulai sensitif. Sebagai gantinya, kalian bisa mengonsumsi minuman dingin tanpa es atau menggunakan sedotan.

3. Menggeretakkan Gigi (Bruxism)

Menggeretakkan atau mengatupkan gigi, terutama tanpa sadar saat tidur, dikenal dengan istilah bruxism. Kebiasaan ini mengikis lapisan luar gigi secara perlahan dan membuat mahkota gigi menjadi lebih rata dari waktu ke waktu.

Bruxism sering dipicu oleh stres atau kecemasan yang tidak disadari. Jika kebiasaan ini terus berulang, konsultasi ke dokter gigi diperlukan karena bisa berdampak pada sendi rahang.

4. Sering Konsumsi Makanan dan Minuman Asam

Minuman bersoda, kopi, dan jus buah yang asam dapat melemahkan struktur enamel jika dikonsumsi terus-menerus. Paparan asam yang berulang membuat lapisan pelindung gigi semakin tipis dari waktu ke waktu.

Setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam, kalian bisa berkumur dengan air putih terlebih dahulu. Tunda menyikat gigi sekitar 30 menit agar enamel yang melunak tidak semakin terkikis.

5. Menggunakan Gigi sebagai Alat

Membuka kemasan plastik, memotong benang, atau membuka tutup botol dengan gigi berisiko besar menyebabkan gigi retak atau somplak. Tekanan yang tidak wajar ini tidak dirancang untuk struktur gigi kalian.

Kebiasaan ini juga bisa merusak tambalan atau restorasi gigi yang sudah ada sebelumnya. Siapkan alat bantu seperti gunting kecil agar risiko ini bisa dihindari.

6. Menggigit Kuku atau Benda Keras

Menggigit kuku, pensil, atau pulpen memberikan tekanan mekanis yang merusak permukaan gigi seiring waktu. Kebiasaan ini biasanya muncul saat seseorang gugup atau sedang berpikir keras.

Selain merusak gigi, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi posisi rahang jika dilakukan dalam jangka panjang. Mengalihkan kebiasaan ini dengan menyibukkan tangan bisa membantu menguranginya.

7. Kurang Minum Air Putih

Dehidrasi membuat produksi air liur berkurang, padahal air liur berfungsi menetralisir asam dan melindungi gigi dari erosi. Mulut yang kering juga menjadi tempat yang lebih mudah bagi bakteri untuk berkembang.

Kebiasaan ini jarang disadari, namun dampaknya cukup signifikan terhadap kesehatan gigi dan gusi kalian. Memenuhi kebutuhan cairan harian menjadi cara sederhana untuk menjaga produksi air liur tetap optimal.

Cara Mengatasi dan Merawat Gigi Sensitif

Setelah mengenali kebiasaan pemicunya, langkah selanjutnya adalah memperbaiki cara merawat gigi sehari-hari. Berikut beberapa langkah yang bisa kalian mulai dari sekarang.

Perawatan Mandiri di Rumah

Sebelum memutuskan untuk konsultasi ke dokter gigi, ada baiknya kalian mencoba beberapa perawatan mandiri terlebih dahulu di rumah. Langkah-langkah ini bisa membantu meredakan rasa ngilu ringan sekaligus mencegah sensitivitas gigi semakin parah.

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kalian coba dari rumah untuk mengurangi rasa ngilu, di antaranya:

  • Ganti sikat gigi dengan bulu yang lebih halus: Bulu sikat yang lembut membantu membersihkan gigi tanpa mengikis enamel atau melukai gusi. Kebiasaan ini juga membantu mencegah penyusutan gusi yang sering memicu rasa ngilu.
  • Gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif: Pasta gigi jenis ini biasanya mengandung bahan aktif yang membantu menutup pori-pori dentin yang terbuka. Pemakaian rutin dapat mengurangi sensasi ngilu secara bertahap.
  • Kurangi konsumsi makanan dan minuman asam: Paparan asam yang terlalu sering dapat melemahkan enamel dan memperparah sensitivitas gigi kalian. Jika terpaksa mengonsumsinya, segera berkumur dengan air putih setelahnya.
  • Perbanyak minum air putih setiap hari: Air putih membantu menjaga produksi air liur yang berfungsi menetralisir asam di dalam mulut. Kebiasaan ini juga membantu menjaga kelembapan mulut sehingga risiko erosi gigi berkurang.

Perubahan kecil ini jika dilakukan secara konsisten dapat memberikan hasil yang terasa dalam beberapa minggu. Namun, jika rasa ngilu tidak kunjung membaik, konsultasi ke dokter gigi menjadi langkah yang tepat.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Gigi

Jika sensitivitas gigi disertai rasa nyeri yang menetap, bisa jadi ini tanda gigi berlubang yang butuh penanganan lebih lanjut. Pada kasus lubang ringan hingga sedang, tambal gigi biasanya sudah cukup untuk mengembalikan fungsi gigi kalian.

Recommended For You

Berikut Ini Tanaman Untuk Mengusir Rematik Dari Tubuh Anda Kesehatan

Berikut Ini Tanaman Untuk Mengusir Rematik Dari Tubuh Anda

Sep 02, 2021
Manfaat Kesehatan Dari Bersunat Kesehatan

Manfaat Kesehatan Dari Bersunat

Nov 23, 2021
Penyakit Berbahaya yang Ditandai Sakit Kepala Kesehatan

Penyakit Berbahaya yang Ditandai Sakit Kepala

Okt 19, 2024