Makanan merupakan salah satu penentu kondisi kesehatan tubuh. Jika ingin mendapatkan tubuh yang sehat maka sebaiknya perlu menjaga pola makan sehat setiap hari. Namun, saat ini gaya hidup sudah berubah menjadi serba instan yang membuat pola hidup sehat pun berubah. Banyak masyarakat yang lebih memilih untuk mengonsumsi makanan yang proses penyajiannya cepat, lezat dan sederhana tapi tidak memperhatikan kandungan gizi pada makanan tersebut.
Hal ini dibuktikan dengan semakin maraknya restoran maupun kedai makanan cepat saji yang tidak memiliki gizi seimbang dan menjadi pertanda jika junk food menjadi favorit masyarakat. Ada istilah lain yang pasti pernah kita dengar selain junk food, yaitu fast food. Apa sih perbedaan antara junk food dan fast food?

1. Proses pengolahan makanan
Junk food atau bisa diartikan dengan makanan rendah gizi merupakan istilah untuk makanan tidak sehat dan hanya memiliki sedikit kandungan nutrisi. Sedangkan fast food merupakan makanan cepat saji yang sebelumnya sudah melalui proses pengolahan awal sehingga jika ada pesanan hanya melanjutkan proses pengolahan sampai matang yang waktunya relatif lebih singkat.
2. Junk food lebih berbahaya dari pada fast food
Junk food dianggap lebih berbahaya karena mengandung jumlah lemak dan garam yang tinggi karena biasanya telah digoreng berkali-kali. Contoh junk food : hot dog, kentang goreng, mie instan, hamburger, dan pizza. Disisi lain, tidak semua makanan yang tegolong dalam fast food tidak sehat, contoh fast food yang aman dikonsumsi adalah buah potong segar. Memang termasuk dalam makanan cepat saji tapi tidak berbahaya untuk kesehatan.
Saat ingin memulai pola hidup sehat maka sebaiknya perhatikan asupan gizi apa saja yang terkandung dalam makanan yang akan dikonsumsi dalam setiap satu piring. Jika selama ini berpikir lemak berbahaya untuk tubuh namun sebenarnya ada jenis lemak yang diperlukan untuk menunjang kesehatan tubuh namun jika terlalu banyak dikonsumsi akan menimbulkan penyakit seperti penyakit kolesterol.
